LUBUKLINGGAU, KABAREMPATLAWANG.COM — Ketua Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau, Sumatera Selatan, berinisial H dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil setelah H diduga mengirim pesan bernada asusila kepada seorang ustaz muda berinisial A.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkot Lubuklinggau, Fahmi Zuhriansyah, mengatakan keputusan itu diambil setelah pihaknya menggelar rapat internal dan mendengarkan masukan dari sejumlah pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag).
"Hasil rapat bersama internal dan mendengar masukan dari berbagai pihak termasuk MUI, Kemenag, akhirnya kita putuskan dinonaktifkan sementara," katanya, Selasa (25/8/2026).
Menurut Fahmi, langkah tersebut merupakan respons pemerintah terhadap persoalan dugaan tindakan asusila yang telah menjadi perhatian masyarakat. Penonaktifan sementara juga dilakukan untuk menjaga kondusivitas serta marwah lembaga keagamaan sembari menunggu proses klarifikasi.
"Karena sudah nyebar ke media sosial (medsos) dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah dan dikhawatirkan ke depan apabila tak diselesaikan atau diambil tindakan akan melebar ke mana-mana," jelasnya.
Fahmi mengatakan pihak masjid juga telah membentuk tim investigasi internal. Tim tersebut akan melakukan penyelidikan dengan memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
"Tim investigasi telah kita bentuk, nanti baik yang merasa jadi korban dan oknum yang diviralkan akan dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ungkapnya.
Fahmi menegaskan penonaktifan sementara tersebut bukan merupakan bentuk sanksi terhadap H. Pemerintah tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta memberikan ruang bagi proses klarifikasi dan pemeriksaan.
"Kita berharap proses penanganan persoalan tersebut dapat berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, kami juga berharap situasi di lingkungan masyarakat tetap kondusif selama proses klarifikasi berlangsung," tuturnya.
Sementara itu, H buka suara terkait dugaan pesan bernada asusila kepada ustaz muda berinisial A yang viral di media sosial. H menyebut pesan tersebut merupakan kekhilafan pribadi dan tidak bermaksud melakukan sesuatu di luar norma.
"Kami ingin klarifikasi dan sebenarnya tidak ada niatan untuk melakukan hal itu, dan chat itu suatu kekhilafan saya. Dan tidak ada niat untuk hal sesuatu di luar norma itu," katanya.
Ia mengatakan pesan tersebut hanya dimaksudkan sebagai candaan. H juga menegaskan dirinya memahami posisinya sebagai Ketua Masjid Agung As-Salam sehingga tidak mungkin berniat melakukan sesuatu yang menyimpang.
"Kami tahu posisi kami (ketua masjid), tidak mungkin melakukan hal (menyimpang) di luar batas-batas," katanya.
H mengaku kaget ketika mengetahui chat tersebut kembali beredar hingga menjadi viral. Ia mengingat pesan itu dikirim sekitar Maret 2026.
"Saat dapat kabar itu, saya tanya dengan teman-teman di Masjid Agung, siapa ustaznya. Saya lupa. Saya tanya lagi kapan saya ada kirim chat itu ke A. Ternyata kata sumber ini, Maret 2026. Saya coba ingat-ingat tapi lupa," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat itu dirinya baru selesai salat dan mencium aroma parfum yang digunakan A. H kemudian mengirim pesan untuk memuji aroma parfum tersebut.
"Suatu sore, habis salat saya mencium bau parfumnya. Kemudian saya chat. Saya tidak ingat jelas apakah chatnya seperti yang beredar atau tidak. Mengingat itu sudah lama. Yang pasti saya memuji bau harum parfum dia. Kemudian tidak ada tindak lanjut apa-apa dari chat itu," jelasnya.
H juga membantah adanya hubungan lain antara dirinya dengan A seperti yang ditudingkan.
"Saat saya tanya soal chat itu, A mengaku tak tahu. Memang A pernah screenshot, tapi A tidak tahu bagaimana bisa menyebar. A tidak dengan sengaja ingin menjelekkan saya ke publik atau apa. Kami bahkan sudah maaf-maafan Sabtu malam itu," katanya.
Atas kejadian tersebut, H menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Lubuklinggau. Ia menyadari persoalan tersebut juga berdampak terhadap aktivitas jemaah Masjid Agung As-Salam.
"Insyaallah ke depan saya akan lebih baik lagi, akan menjaga lisan dan tulisan ataupun chat WhatsApp," ujarnya.
H juga membenarkan dirinya telah dinonaktifkan dari kepengurusan Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau. Ia mengaku menerima keputusan tersebut dengan ikhlas.
#Lubuklinggau #LubuklinggauTerkini #SumateraSelatan #Sumsel #MasjidAgungAsSalam #BeritaLubuklinggau #BeritaSumsel #PemkotLubuklinggau #Viral #BeritaTerkini #KabarEmpatLawang
