Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Video Cacing dan Ulat di Menu MBG Viral, Dua Desa di Musi Rawas Tolak Distribusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T23:04:03Z


MUSI RAWAS, KABAREMPATLAWANG.COM - Video yang memperlihatkan adanya cacing dan ulat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas, Sumatera Selatan, viral di media sosial. Akibat kejadian tersebut, dua desa dikabarkan menolak distribusi MBG.


Dalam video yang beredar, terlihat seekor cacing masih hidup bergerak di sela-sela sayur sawi yang diduga merupakan bagian dari menu MBG.


Sementara itu, video lainnya memperlihatkan seekor ulat berada di buah jeruk dan oseng tempe buncis dalam salah satu ompreng milik siswa.


Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Musi Rawas, Tommy, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengatakan, informasi itu telah dikonfirmasi kepada pihak SPPG selaku penyedia makanan.


"Berdasarkan konfirmasi dari pihak SPPG, temuan itu benar. Pihak SPPG juga sudah diberikan teguran secara lisan. Ke depannya akan dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," katanya, Selasa (4/8/2026).


Tommy menjelaskan, peristiwa tersebut bukan kejadian baru. Ia mengatakan, temuan itu terjadi pada Jumat (24/7/2026) lalu. Namun, video tersebut kembali diunggah hingga akhirnya viral di media sosial.


"Itu video lama tapi baru diunggah baru-baru ini. Begitu menerima informasi tersebut, kami langsung memberikan teguran kepada pihak dapur SPPG selaku penyalur MBG," ujarnya.


Terkait jumlah sekolah yang terdampak, Tommy mengaku belum dapat memastikannya. Namun, berdasarkan surat yang diterima pihaknya, terdapat SD dan SMP yang melaporkan adanya temuan cacing dan ulat tersebut.


"Kalau berdasarkan laporan ada dua desa yang sekolahnya ada temuan itu di MBG siswa. Cuman kami belum tahu sekolah yang mana saja. Untuk informasi ini masih akan diverifikasi lagi," ujarnya.


Dua Desa Tolak Distribusi MBG


Tommy mengatakan, dampak dari peristiwa tersebut membuat dua desa di Kecamatan STL Ulu Terawas menolak penyaluran MBG. Ia mengatakan, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut kronologi terkait temuan cacing dan ulat dalam menu MBG tersebut.


"Total ada dua desa yang melakukan penolakan yakni Desa Sukamana dan Desa Sukamerindu. Seluruh persoalan ini akan kami evaluasi, kami akan menelusuri kebenarannya, mulai dari pihak sekolah hingga pemerintah desa yang menyampaikan penolakan tersebut," katanya.


Ia menambahkan, sejak surat penolakan diterima, distribusi MBG dihentikan sementara di wilayah tersebut. Penghentian itu diperkirakan telah berlangsung sekitar dua pekan.


Sementara itu, sekolah di wilayah lain yang tidak menyampaikan penolakan tetap menerima distribusi MBG seperti biasa.


"Untuk sanksi kemungkinan akan diberikan apabila hasil evaluasi membuktikan adanya pelanggaran. Semua laporan dan kritik dari masyarakat tentu kami terima sebagai bahan evaluasi. Alasan penolakan memang terkait temuan cacing dan ulat tersebut," katanya. *


#MusiRawas #MBG #MakanBergiziGratis #SPPG #STLUluTerawas #SumateraSelatan #BeritaSumsel #BeritaMusiRawas #Sekolah #InfoSumsel #KabarEmpatLawang

×
Berita Terbaru Update