MUBA, KABAREMPATLAWANG.COM – Manggala Agni Daops Sumatra XV/Musi Banyuasin (Muba) masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.
Luas lahan yang terbakar saat ini mencapai 115 hektare, terdiri dari lahan gambut dengan vegetasi pakis, sawit, gelam, dan semak belukar.
Karhutla yang terjadi di kawasan berstatus Area Penggunaan Lain (APL) tersebut telah berlangsung sejak 7 Agustus 2026. Lebih dari dua pekan sejak kebakaran pertama kali terjadi, tim Manggala Agni yang mengerahkan tiga regu masih terus melakukan upaya pemadaman.
Kondisi di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Salah satunya karena sumber air semakin sulit ditemukan akibat sebagian wilayah di sekitar lokasi kebakaran mulai mengalami kekeringan.
Kepala Daops Sum-XV/Muba, Deni Candra Gumelar, mengatakan berbagai peralatan pemadam telah dikerahkan untuk fokus menangani karhutla di Muara Medak.
Peralatan tersebut meliputi lima unit mobil pengangkut personel dan peralatan, delapan unit motor, delapan unit pompa, serta satu unit ekskavator PC 75.
"Kecepatan angin di angka 18,2 km per jam. Karena kondisi angin ekstrem, tim masih melakukan penyekatan. Ketersediaan air semakin terbatas, bahkan di beberapa sisi kering padahal bahan bakar tebal, angin sangat ekstrem dengan bakaran bawah atau gambut," ujarnya.
Mengingat luasnya area yang terbakar, petugas Manggala Agni juga harus bertahan di sekitar lokasi selama berhari-hari. Mereka mendirikan tenda yang difungsikan sebagai pos lapangan untuk mendukung operasi pemadaman.
"Satgas juga berupaya mendapatkan tambahan alat berat untuk membuka akses sekaligus mempercepat penanganan di area yang sulit dijangkau. Kerja tim darat saat ini didukung bantuan water bombing dari satgas udara agar api tidak meluas,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Muba, Yudi Suhendra, mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau karhutla, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
Menurutnya, laporan lebih awal sangat penting agar petugas dapat segera mengetahui lokasi kejadian dan melakukan penanganan sebelum api meluas.
"Kalau terjadi kebakaran, segera hubungi petugas pemadam kebakaran agar bisa cepat ditindaklanjuti. Laporan cepat agar bisa ditanggulangi dengan cepat," ujarnya.
Untuk layanan darurat Damkar Muba, masyarakat dapat menghubungi nomor 0714-321113 atau +62 811-7443-113.
"Kita juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran terutama permukiman padat penduduk. Selain itu, matikan seluruh perangkat elektronik jika tidak digunakan," ucapnya.
Sementara itu, laporan terkait kejadian bencana, termasuk karhutla, juga dapat disampaikan kepada Pusdalops BPBD Muba melalui nomor +62 882-6957-0335.
Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, mengimbau masyarakat agar tidak menunggu api membesar untuk melaporkan kejadian kebakaran.
"Segera laporkan kalau melihat ada titik api atau kejadian kebakaran, sehingga petugas bisa segera mengetahui dan melakukan penanganan," ujar Marko.
Informasi dari masyarakat sangat membantu petugas dalam mengetahui kejadian di lapangan, khususnya di lokasi yang sulit dipantau secara langsung.
"Saat melapor, masyarakat diharapkan memberikan informasi lokasi secara jelas, kondisi api serta akses menuju titik kebakaran. Dokumentasi berupa foto atau video juga dapat disampaikan," tegasnya. *
#Karhutla #KarhutlaMuba #MuaraMedak #BayungLencir #MusiBanyuasin #Muba #Sumsel #ManggalaAgni #KebakaranHutan #KebakaranLahan #LahanGambut #InfoMuba #BeritaMuba #BeritaSumsel #Kabarmuba #KabarEmpatLawang
