Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Siswi SMA Diduga Diganggu Pria Tak Dikenal di Food Court Lubuklinggau, Aksinya Sempat Direkam

Selasa, 08 September 2026 | September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-08T15:35:21Z


LUBUKLINGGAU, KABAREMPATLAWANG.COM - Sekelompok siswi SMA yang sedang berkumpul di kawasan Food Court Merdeka Juara, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ketakutan setelah diduga diganggu seorang pria tak dikenal (OTK).


Pria tersebut diduga melakukan tindakan asusila di tempat umum sambil memperhatikan sekelompok siswi yang sedang nongkrong di kawasan tersebut.


Peristiwa itu terjadi di Food Court Merdeka Juara, Jalan Garuda, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada Sabtu (5/9/2026) siang.


Salah seorang siswi yang diduga menjadi korban, namun enggan disebutkan namanya, mengatakan pria tersebut diduga melakukan tindakan asusila di hadapan mereka. Aksi tersebut bahkan sempat direkam oleh para siswi.


"Ada orang muasin hasratnya dengan melihat kami langsung di tempat umum di dekat Masjid Agung As-Salam (Food Court Merdeka Juara). Sudah kami videokan, tapi tetap dia senyum-senyum seperti meremehkan," katanya, Senin (7/9/2026).


Siswi tersebut menyebut dirinya dan teman-temannya masih berstatus pelajar SMA. Bahkan, sebagian di antaranya masih di bawah umur. Peristiwa itu membuat salah seorang temannya mengalami trauma.


"Masalahnya kami masih anak di bawah umur, Min. Kawan kami trauma, kami masih SMA," ujarnya.


Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lubuklinggau Muhamad Syarifian membenarkan pihaknya telah mengetahui informasi mengenai dugaan tindakan asusila tersebut.


Namun, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.


"Belum ada laporan terkait kejadian itu. Memang viral, tapi belum ada yang melapor resmi ke Satpol PP," katanya.


Syarifian mengungkapkan, sejak kawasan tersebut dijadikan food court, pihaknya telah beberapa kali menerima laporan mengenai dugaan tindakan asusila.


Salah satunya, seorang pria lanjut usia diduga melakukan pelecehan terhadap dua orang bocah pada Juli 2026.


"Memang semenjak tempat itu dibuka memang beberapa kali kami mendapat laporan tindakan asusila di sana. Itu kan tempatnya dibuka tapi belum selesai, jadi itu menjadi tempat tertutup sehingga menjadi tempat tindakan asusila," jelasnya.


Menurut Syarifian, kawasan tersebut merupakan area terbuka sehingga pihaknya tidak dapat melakukan pembatasan secara penuh.


Dia menjelaskan, pembangunan kawasan tersebut masih berlanjut dan pihak terkait masih menunggu pembangunan tahap berikutnya. Ia berharap kawasan tersebut segera dilengkapi penerangan yang memadai, terutama pada malam hari.


"Kita tidak bisa membatasi karena tempat itu terbuka. Pihak PU masih menunggu pembangunan selanjutnya. Tapi yang paling kami minta itu adalah penerangan di sana, karena sudah beberapa kasus terjadi kita butuh penerangan di sana, apalagi pada saat malam hari," ujarnya.


Meski demikian, Syarifian memastikan pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan pengawasan di kawasan tersebut.


Pengawasan juga akan dilakukan oleh personel Satpol PP yang berjaga di sekitar kawasan alun-alun.


"Kita akan memperketat pengamanan dan pengawasan di lapangan, termasuk personel kita yang berjaga di lapangan yakni di alun-alun," ucapnya.


Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Lubuklinggau Ipda Beny Kurniawan mengatakan pihaknya juga belum menerima laporan resmi terkait dugaan tindakan asusila tersebut.


"Sampai saat ini belum ada laporannya. Nanti akan kami lakukan penyelidikan," tuturnya.


Polisi masih menunggu laporan dan informasi lebih lanjut untuk memastikan kronologi serta dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut. *


#Lubuklinggau #SumateraSelatan #FoodCourtMerdekaJuara #SiswiSMA #OTK #SatpolPP #PolresLubuklinggau #BeritaLubuklinggau #BeritaSumsel #InfoLubuklinggau #KabarEmpatLawang

×
Berita Terbaru Update