Notification

×

Iklan

Advertisement

Tag Terpopuler

Porprov Sumsel 2027 Tetap Digelar di Lubuklinggau, Venue Utama Butuh Anggaran Rp80 Miliar

Senin, 14 September 2026 | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T06:04:17Z


LUBUKLINGGAU, KABAREMPATLAWANG.COM  – Pemerintah Kota Lubuklinggau memastikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan 2027 tetap digelar di Kota Lubuklinggau meski menghadapi keterbatasan anggaran.


Wali Kota Lubuklinggau H Rachmat Hidayat atau Yopi Karim mengatakan, Pemkot Lubuklinggau telah berkomunikasi dengan Sekretaris Umum (Sekum) Provinsi Sumatera Selatan terkait kesiapan daerah tersebut sebagai tuan rumah Porprov 2027.


Menurut Yopi, keterbatasan anggaran menjadi salah satu persoalan utama. Terlebih, tahun ini pemerintah daerah tidak mendapatkan Bantuan Keuangan (BK) dan harus menghadapi pengetatan anggaran.


"Porprov kemarin kami sudah komunikasi dengan Sekum. Karena memang keterbatasan anggaran kita, kami kemarin coba diskusi sama Pak Gubernur bahwa itu akan dibantu melalui Forum CSR Provinsi Sumatera Selatan," kata Yopi, Senin (14/9/2026).


Namun, skema pembiayaan melalui Forum CSR Provinsi Sumatera Selatan dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan seluruh venue yang akan digunakan dalam Porprov 2027.


Persoalan tersebut kembali dibahas saat Gubernur Sumsel berkunjung ke Kota Lubuklinggau. Dalam pertemuan itu, Gubernur meminta Pemkot Lubuklinggau tidak mundur dari posisi sebagai tuan rumah Porprov 2027.


"Nah artinya dengan kondisi dibantu oleh Forum CSR Provinsi, ini tidak akan mungkin sanggup dilakukan. Nah terakhir kemarin waktu rapat dengan beliau (Gubernur) ke Lubuklinggau dan beliau kemarin melarang untuk mundur. Jadi kita cari untuk pembangunan venue utamanya," ujarnya.


Yopi menyebut kebutuhan anggaran untuk pembangunan venue utama sekaligus pelaksanaan Porprov 2027 diperkirakan mencapai sekitar Rp80 miliar.


Dengan kondisi transfer keuangan daerah yang terbatas, Pemkot Lubuklinggau mengaku tidak mampu menanggung seluruh kebutuhan tersebut secara mandiri.


"Makanya dengan kondisi itu kita tidak mampu. Tapi alhamdulillah beliau selalu support, pokoknya untuk venue utama dibantu dari Provinsi dan disuruh berkoordinasi dengan Sekda. Nah mungkin dalam minggu ini kami akan ke provinsi, akan ketemu Sekda, skemanya seperti apa," ungkapnya.


Menurut Yopi, sejumlah venue pertandingan saat ini juga belum sepenuhnya siap. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah stadion di Petanang yang direncanakan menjadi venue utama Porprov 2027.


Venue tersebut nantinya digunakan untuk sejumlah cabang olahraga, termasuk atletik. Selain itu, terdapat sejumlah cabang olahraga yang membutuhkan lintasan aspal, seperti IMI, road race, balap sepeda, sepatu roda, panjat tebing, petanque hingga menembak.


"Venue utama itu meliputi untuk cabor atletik, terus aspal meliputi cabor IMI, road race, balap sepeda dan sepatu roda, panjat tebing, petanque dan tembak," katanya.


Yopi memastikan pelaksanaan Porprov 2027 tetap berlangsung di Lubuklinggau apabila pembangunan venue utama mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.


"Kalaupun venue itu dibantu dari Provinsi, insya Allah pelaksanaan Porprov akan tetap berlanjut di tahun 2027, tinggal waktunya," ujarnya.


Semula, pelaksanaan Porprov direncanakan bertepatan dengan rangkaian Hari Ulang Tahun Kota Lubuklinggau. Namun, jadwal tersebut masih memungkinkan bergeser menyesuaikan kesiapan pembangunan venue.


"Tapi kalaupun memang belum siap, mundur di bulan 11, 12. Pokoknya 2027 tetap kita laksanakan Porprov," tegas Yopi.


Ia menjelaskan, keputusan final terkait kesiapan Lubuklinggau sebagai tuan rumah akan ditentukan setelah Pemkot berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel. Koordinasi tersebut terutama menyangkut bentuk dan mekanisme dukungan pembiayaan dari pemerintah provinsi.


"KONI Provinsi Sumsel kalaupun Lubuklinggau tidak siap, mereka menunggu surat keputusan itu. Makanya keputusan finalnya setelah kami koordinasi dengan Sekda, bentuk bantuan Provinsi seperti apa," jelasnya.


Yopi menambahkan, pembangunan seluruh venue tidak mungkin dipaksakan selesai dalam waktu singkat. Apabila seluruh kebutuhan anggaran harus dikucurkan pada tahun ini, Pemkot Lubuklinggau dipastikan akan kesulitan merealisasikannya.


"Mungkin untuk di perubahan ini yang bisa dilakukan tadi ya mungkin untuk panjat tebing, ngaspal lintasan motor, balap sepeda sama sepatu roda, sama lapangan petanque," katanya.


Sementara itu, pembangunan venue utama direncanakan dapat dimulai pada awal 2027. Dengan demikian, waktu pengerjaan akan lebih panjang sehingga kualitas pembangunan dapat lebih terjaga.


"Untuk venue utamanya mungkin di awal tahun 2027, sehingga waktu pelaksanaannya panjang dan kita bisa jaga kualitas. Kalau waktunya sedikit ya otomatis pasti berdampak dengan kualitasnya," pungkasnya. *


#PorprovSumsel2027 #PorprovSumsel #Lubuklinggau #LubuklinggauTuanRumah #YopiKarim #SumateraSelatan #PemprovSumsel #KONISumsel #StadionPetanang #OlahragaSumsel #BeritaLubuklinggau #BeritaSumsel #KabarEmpatLawang

×
Berita Terbaru Update