Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi kepolisian untuk menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro memimpin langsung kegiatan yang turut melibatkan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan insan pers. Dalam forum tersebut, warga diberikan kesempatan menyampaikan kebutuhan, keluhan, maupun persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing.
Sejumlah persoalan fasilitas umum dan keselamatan menjadi perhatian masyarakat. Warga mengusulkan adanya penambahan penerangan jalan serta pemasangan kamera pengawas atau CCTV di wilayah Dusun Talang Tinggi.
Selain itu, warga menyoroti kondisi lalu lintas di Jalan Pagar Agung yang dinilai rawan terjadi kecelakaan. Persoalan kemacetan di kawasan Simpang Telaga Biru saat jam masuk sekolah juga turut disampaikan kepada pihak kepolisian.
Tidak hanya persoalan fasilitas dan lalu lintas, keamanan lingkungan juga menjadi pembahasan dalam dialog tersebut. Warga menyampaikan kekhawatiran terhadap kebiasaan membawa senjata tajam yang dinilai berpotensi meningkatkan gangguan keamanan.
“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung aspirasi dan mengetahui persoalan yang dihadapi warga,” ujar AKBP Adam Purbantoro.
Ia mengajak masyarakat untuk terus membangun komunikasi terbuka dengan kepolisian sehingga berbagai persoalan keamanan di lingkungan dapat diketahui dan ditangani secara bersama-sama.
Menurut Adam, informasi yang disampaikan masyarakat memiliki peran penting dalam membantu kepolisian merespons potensi gangguan keamanan sejak dini.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan maupun informasi melalui Bhabinkamtibmas, Polsek, Polres, maupun layanan Call Center 110 Polri yang dapat diakses tanpa biaya.
Kapolsek Pagar Alam Utara IPTU M. Dea Fajrul Falah mengatakan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan karena warga merupakan pihak yang mengetahui secara langsung kondisi di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Warga paling mengetahui kondisi di lingkungan masing-masing, sehingga kepedulian dan penyampaian informasi sangat penting,” kata IPTU M. Dea Fajrul Falah.
Menurutnya, komunikasi yang terjalin antara masyarakat dan kepolisian dapat membantu menemukan berbagai persoalan secara lebih cepat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pencegahan agar gangguan keamanan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan kegiatan dialog bersama masyarakat merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Aspirasi warga menjadi masukan penting bagi kepolisian, sementara partisipasi masyarakat memperkuat upaya menjaga kamtibmas,” ujarnya.
Melalui kegiatan Ngopi Dai, Polres Pagar Alam mendorong terciptanya komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan di lingkungan.
Berbagai aspirasi yang disampaikan warga selanjutnya menjadi bahan masukan bagi kepolisian dalam mendukung peningkatan pelayanan serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Pagar Alam. *
