MURATARA, KABAREMPATLAWANG.COM – Warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sempat dibuat panik setelah beredar informasi mengenai seekor anak harimau yang disebut masuk dan terjebak di dalam sumur milik warga.
Namun, setelah dilakukan pengecekan oleh polisi, satwa yang ditemukan tersebut ternyata bukan anak harimau, melainkan kucing hutan.
Kemunculan satwa liar tersebut pertama kali diketahui warga di sebuah kebun di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, pada Rabu (9/9/2026).
Informasi awal mengenai keberadaan satwa tersebut disampaikan Bupati Muratara Devi Suhartoni melalui akun media sosialnya. Dalam unggahannya, Devi menyebut seekor anak harimau masuk ke dalam sumur di kebun warga Desa Belani.
Devi kemudian mengimbau masyarakat agar tidak menembak ataupun membunuh satwa liar tersebut. Ia meminta agar satwa tersebut diselamatkan dan nantinya dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
"Anak harimau masuk sumur di kebun Desa Belani, ada-ada saja, tidak boleh ditembak dan dibunuh, itu harus diselamatkan dan dilepas," kata Devi dalam unggahannya.
Informasi tersebut kemudian viral di media sosial. Polisi pun turun ke lokasi untuk memastikan jenis satwa yang terjebak di dalam sumur warga.
Dari hasil pengecekan di lapangan, polisi memastikan satwa tersebut bukan harimau, melainkan kucing hutan.
Kanit Reskrim Polsek Rawas Ilir Ipda Rilo Waskitha mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan satwa yang terjebak di dalam sumur bukanlah harimau.
"Kami dari Polsek Rawas Ilir sudah melakukan pengecekan di lapangan dan ternyata bukan harimau yang masuk ke sumur di kebun masyarakat tersebut, namun merupakan kucing hutan," ujarnya.
Rilo juga meluruskan informasi mengenai lokasi penemuan satwa tersebut. Menurutnya, lokasi kejadian berada di Desa Mekar Sari, bukan Desa Belani seperti informasi awal.
Saat ini, kucing hutan tersebut telah diamankan. Polisi masih berupaya menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar satwa tersebut dapat ditangani dan diambil alih oleh pihak yang berwenang.
"Sekarang kami masih berusaha menghubungi pihak BKSDA agar penemuan kucing hutan ini bisa ditangani oleh mereka," tuturnya. *
